Thursday, May 18, 2017

How To Make Nasi Goreng



Salah satu menu masakan yang paling digemari banyak orang adalah nasi goreng. Masakan yang praktis dan enak ini sudah menjadi teman makan kita sejak lama. Kali ini, kita akan belajar bagaimana cara membuat nasi goreng spesial yang tentunya bisa anda lakukan sekarang juga.
Bahan-bahan yang Dibutuhkan :
  • 2 piring nasi
  • 2 cabai merah
  • 2 cabai rawit
  • 1 siung bawang putih
  • 3 butir bawang merah
  • Mentega atau minyak goreng secukupnya
  • 1 butir telur
  • Kecap manis secukupnya
  • Garam secukupnya
Cara Membuat Nasi Goreng Spesial
1.      Pertama-tama haluskan cabai, bawang merah dan bawang putih menggunakan ulekan. Agar lebih mudah, anda juga bisa menggunakan blender untuk menghaluskannya.
2.      Masukkan mentega atau minyak goreng pada wajan yang telah dipanaskan. Selain mentega dan minyak goreng, anda juga bisa menggunakan margarin.
3.      Masukkan bumbu yang telah dihaluskan tadi kemudian aduk hingga merata.
4.       Setelah itu, masukkan telur pada wajan dan aduk kembali hingga tercampur rata.
Menambahkan telur akan membuat nasi goreng anda menjadi lebih gurih dan renyah.
5.      Masukkan bahan tambahan agar lebih enak kemudian aduk hingga merata.
Bahan tambahan yang dimaksud seperti suwiran ayam, irisan sosis, daging, jamur, atau kacang polong. Tanpa bahan tambahan pun tetap enak kok.
6.      Tambahkan garam dan kecap manis secukupnya.
7.      Masukkan nasi putih, kemudian aduk kembali hingga benar-benar tercampur.
8.      Cicipi terlebih dahulu nasi goreng anda. Tambahkan garam dan kecap jika rasanya kurang pas. Kemudian aduk kembali hingga benar-benar tercampur.
9.      Jika sudah benar-benar pas, nasi goreng spesial sudah siap dihidangkan.

Monday, May 8, 2017

Biografi Panglima Polim




Panglima Polem bernama lengkap Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud adalah seorang panglima Aceh. Sampai saat ini belum ditemukan keterangan yang jelas mengenai tanggal dan tahun kelahiran Panglima Polem, yang jelas ia berasal dari keturunan kaum bangsawan Aceh. Ayahnya bernama Panglima Polem VIII Raja Kuala anak dari Teuku Panglima Polem Sri Imam Muda Mahmud Arifin yang juga terkenal dengan Cut Banta (Panglima Polem VII (1845-1879). Mahmud Arifin merupakan Panglima Sagoe XXII Mukim Aceh Besar
Diangkat sebagai Panglima
Setelah dewasa, Teuku Panglima Polem Muhammad Daud menikah dengan salah seorang puteri dari Tuanku Hasyim Bantamuda, tokoh Aceh yang seperjuangan dengan ayahnya. Dia diangkat sebagai Panglima Polem IX pada bulan Januari 1891 untuk menggantikan ayahnya Panglima Polem Raja Kuala yang telah wafat. Setelah pengangkatannya sebagai Panglima dia kemudian mewarisi gelar Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Wazirul Azmi.[1]
Dalam perjuangannya Panglima Polem Muhammad Daud juga memperoleh dukungan dari para ulama Aceh. Sebagai pendukung utama, Teungku Muhammad Amin dan Teungku Beb, yang kemudian diangkat menjadi panglima besar
Bersama Teuku Umar
Sampai tahun 1896, Belanda masih sulit mencapai kubu-kubu pertahanan Aceh. Teuku Umar bersama 15 orang panglimanya pada bulan September 1893, pura-pura menyerah kepada Belanda, setelah terjadi penyerahan, patroli Belanda di daerah Lam Kra' VII, Mukim Ba'et Aceh Besar. Teuku Umar bersama 15 orang berbalik kembali membela rakyat Aceh. Sementara itu Teuku Panglima Polem Muhammad Daud bersama 400 orang pasukannya bergabung dengan Teuku Umar untuk menghadapi serangan Belanda. Dalam pertempuran tersebut pasukan Belanda sangat marah karena dari pihak mereka banyak yang berjatuhan.Korban dalam penyerangan itu sebanyak 25 orang tewas dan 190 orang luka-luka
Pada tahun 1897 Belanda terpaksa mengambil inisiatif untuk menambah pasukannya di Aceh. Sejak saat itu serangan pihak Aceh mulai menurun dan Teuku Umarpun mengambil jalan pintas mengundurkan diri ke daerah Daya Hulu. Untuk mengelabui Belanda tentang keberadaannya, Teuku Umar meninggalkan Panglima Polem bersama pasukannya di wilayah pegunungan Seulimeum
Dalam sebuah pertempuran di Gle Yeueng dengan kekuatan 4 kompi infantri Belanda akhirnya berhasil menguasai 3 buah benteng yang didirikan oleh Panglima Polem. Dalam pertempuran ini, jatuh korban 27 orang tewas dan 47 orang luka-luka. Pada bulan Oktober 1897, wilayah Seulimeum akhirnya berhasil dikuasai oleh Belanda tanpa banyak perlawanan, dan Panglima Polem terpaksa mengambil jalan hijrah ke Pidie
Bertemu dengan Sultan Aceh
Makam Panglima Polem di Kuta Cot Glie, Aceh Besar
Pada bulan November 1897, kedatangan Panglima Polem di Pidie diterima oleh Sultan Aceh (Muhammad Daud Syah). Dia mengadakan suatu musyawarah bersama tokoh pejuang Aceh lainnya.[1]
Pada bulan Februari 1898, Teuku Umar tiba di wilayah VII Mukim Pidie bersama seluruh kekuatan pasukannya lalu bergabung dengan Panglima Polem. Pada tanggal 1 April 1898, Teuku Panglima Polem bersama Teuku Umar dan para ulama serta Uleebalang terkemuka lainnya menyatakan sumpah setianya kepada Sultan Muhammad Daud Syah.
Pada awal tahun 1901, Sultan Muhammad Daud Syah bersama Panglima Polem mengambil inisiatif secara bersama-sama menyingkir ke daerah gayo dan kemudian menjadikan daerah ini sebagai pusat pertahanan Aceh. Di daerah ini Sultan Aceh bersama Panglima Polem dan pasukannya kembali menyusun strategi baru untuk mempersiapkan penyarangan terhadap Belanda.[1]
Karena Belanda gagal menangkap Sultan dan Panglima Polem, maka meraka menghentikan penyerangannya ke daerah Gayo. Kemudian Belanda menyusun strategi baru yang sangat licik yaitu dengan menangkap keluarga-keluarga dekat Sultan. Mereka berhasil menangkap isteri Sultan yang bernama Teungku Putroe di Glumpang Payong dan isteri sultan yang bernama Pocut cot Murong dan juga Putera Sultan di Lam Meulo. Setelah menangkap mereka, Belanda mengancam Sultan; apabila Sultan tidak menyerahkan dini dalam tempo satu bulan, maka kedua isterinya akan dibuang
Berdamai Dengan Belanda
Menerima berita ancaman itu, pada tanggal 10 Januari 1903 Sultan Muhammad Daud Syah terpaksa berdamai dengan Belanda. Pemerintah Hindia Belanda mengasingkannya ke Ambon dan terakhir dipindahkan ke Batavia sampai Sultan wafat pada tanggal 6 Februari 1939. Hal ini menyebabkan Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud secara terpaksa juga berdamai dengan Belanda pada tanggal 7 September 1903. Selanjutnya Panglima Polem tetap diakui oleh Belanda sebagai Panglima Sagoe XXII Mukim

Thursday, February 9, 2017

Tuesday, December 13, 2016

TRANSLATE LAGI WHAT YOU SEE IN A BANK



Among the people who work in the banks are guards, lawyers, economists, accountants, and public relations people. But most bank employees fall into one of two groups-clerical workers and officers.
When you go to the bank you’ll see the common view. Banks today have an attractive and friendly appearance. Bars and locked cubicles have been  replaced by glass walls and open counters.
A bank-teller is handling deposito and withdrawals for customers. There are bank officers. They include the president, vice-president, treasurers, controller and other officers. A controller is a controlling an official by examining accounts. Some people are depositing money. Some people are paying the school fee for their children, sons and daughters. The officers are advising the men who want to start a business or invest money. The typist are typing letters, and the telephone operator is telephoning a message. The international officers is helping customers who have financial dealings in foreign countries. An accountant is keeping accounts in a book. A treasurer is walking to a bank’s fireproof vault, with complicated locks, keeps money and other valuable safe. There are some fire extinguishers on the wall. The guards are posted in the front yard, in the building and the backyard. The room is air conditioned. Most of officers are young people. They are friendly and helpfull. They are self-confident.

Saturday, November 26, 2016

KARYA TULIS BALI





Selasa yang lalu, rombongan SMP Negeri 4 Sragen mengadakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah yaitu ke Bali. Pada saat akan berangkat, kami semua harus berkumpul di lapangan untuk berdoa bersama. Setelah doa selesai, kami semua disuruh naik ke bis. Saya mendapatkan bis B dan duduk bersama Adella. Setelah semua mendapat tempat duduk, semua bis berangkat. Semuanya melambaikan tangan kepada orang tuanya dan aku juga. Di dalam bis, teman-teman meminta untuk menyalakan DVD dan kondektur menyalakannya. Semua bis ini akan berangkat menuju ke pelabuhan Ketapang untuk menyeberang Selat Bali dan menuju ke pelabuhan Gilimanuk (Bali). Pada pukul 11.30 WIB, kami semua turun di rumah makan Saradan Asri untuk makan dan melakukan ibadah solat dhuhur. Setelah selesai kami masuk kedalam bis dan melanjutkan perjalanan. Demikian juga pada saat jam makan malam, kita berhenti di rumah makan dan melakukan ibadah solat magrib. Setelah selesai, semua masuk ke dalam bis karena perjalanannya masih jauh. Semua anak disuruh tidur terlebih dulu. Pukul 23.30 WIB, kita semua sampai di pelabuhan Ketapang. Di pelabuhan ini terdapat banyak orang ngamen, menjual kacamata, dan lain-lain. Semua disuruh turun dari bis dan menuju ke kapal. Setelah sampai di kapal, kami memanfaatkannya untuk berfoto-foto karena pemandangannya sangat indah.
Tidak terasa ternyata kami telah sampai di pelabuhan Gilimanuk. Kemudian kami semua melanjutkan perjalanan menuju Tanah Lot. Karena masih cukup jauh tempatnya, kami lagi-lagi disuruh tidur dulu. Beberapa saat kemudian kami semua bangun dan akhirnya tiba di parkiran Tanah Lot. Kami semua turun dari bis dan segera mandi dan ganti pakaian. Setelah semuanya selesai, kami rombongan langsung berjalan kaki menuju Tanah Lot. Kami langsung berfoto-foto untuk mengabadikan momen tersebut. Setelah semua puas berfoto-foto, kami makan pagi di rumah makan dekat Tanah Lot. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sanur. Perjalanan menuju Pantai Sanur tidak begitu jauh. Begitu sampai di Pantai Sanur, kami semua langsung mendekati pantainya dan berfoto-foto. Setelah semua puas, kami langsung menuju obyek wisata berikutnya yaitu Tanjung Benoa. Untuk sampai disana, kami memerlukan waktu satu jam dan melewati jalan tol sangat panjang yang letaknya berada di atas laut. Tak terasa, kami telah sampai di Tanjung Benoa. Disini kami dapat bermain-main, karena banyak fasilitas olah raga air yang tersedia. Beberapa saat kemudian sudah waktunya makan siang. Kami makan siang disini sambil menikmati keindahan Tanjung Benoa. Selesai makan, kami menuju ke Pantai Pandawa. Untuk kesana memerlukan waktu satu jam. Tak terasa waktu sudah menunjukkan untuk solat dhuhur. Kami pun berhenti di masjid Puja Mandala untuk melakukan solat dhuhur. Meskipun mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, tetapi mereka juga memberi kesempatan kepada kita umat Islam untuk beribadah dengan menyediakan masjid. Setelah solat selesai, kami melanjutkan perjalanan. Sampai di Pantai Pandawa, kami disuruh untuk menghadap ke kiri. Ternyata disitu terdapat patung Pandawa. Sampai di parkiran, rombongan turun dari bis dan menuju Pantai Pandawa. Kami juga menggunakan kesempatan ini untuk berfoto-foto. Setelah puas, kami menuju ke GWK (Garuda Wisnu Kencana). Perjalanan kesana memerlukan waktu sekitar 1 jam. Saat tiba disana, kami semua disambut oleh tarian. Rupanya mereka bermaksud mengucapkan selamat datang  dengan menggunakan tari sebagai penghormatan. Di sini kita dapat melihat patung dewa Wisnu, Garuda, dan Kencananya. Waktu sudah mulai malam, kami segera memasuki bis masing-masing dan menuju hotel untuk istirahat, solat dan makan malam.
Hari itu hari kedua di Bali. Pada saat itu kami mengunjungi tarian Putra Barong. Tiba di Putra Barong pukul 08.30 WITA, kami harus menunggu persiapan pertunjukan Tari Putra Barong selama lima belas menit. Pada saat tarian dimulai, kami melihat tarian-tarian khas Bali. Setelah tarian selesai, kami langsung menuju ke Cening Ayu yang merupakan pusat oleh-oleh khas Bali. Setibanya di Cening Ayu, kita diberi waktu 1 jam untuk berbelanja buah tangan khas Bali. Saya memilih pie susu sebagai buah tangan untuk keluargaku. Setelah berbelanja, kita langsung menuju ke Istana Negara Tampak Siring. Letaknya tidak begitu jauh. Setibanya di Istana, kami dipandu oleh panitia. Kami diberi penjelasan tentang bangunan yang kami kunjungi tersebut. Pemandangan disini sangat indah, udaranya sejuk, banyak tumbuhan hijau dan lain sebagainya. Waktu yang digunakan telah habis, kita melanjutkan perjalanan ke Pasar Seni Sukowati. Di Pasar Seni Sukowati ada banyak yang dijual seperti baju batik, sarung, hiasan ruangan, dan lain-lain. Setelah puas keliling dan berbelanja sebagai buah tangan, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta. Perjalanan ke Pantai Kuta memerlukan waktu 45 menit saja dari Pasar Sukowati. Bis parkir di Mr. Kuta, tidak bisa langsung menuju ke Pantai Kuta karena jalannya sempit. Kami harus naik suttle untuk ke Pantai Kuta. Sesampainya di Pantai Kuta, kami disambut ombak yang sangat besar. Pemandangan yang sangat indah karena tampak sunset. Saya gunakan kesempatan ini untuk berfoto bersama teman-teman. Setelah itu kami harus kembali ke Mr. Kuta menggunakan suttle tadi untuk 15 menit kemudian. Tiba di Mr. Kuta, saya langsung berbelanja. Setelah itu rombongan langsung naik ke bus masing-masing untuk menuju hotel dan berberes-beres barang.
Berikutnya adalah hari laporan perjalanan untuk hari keempat. Hari keempat kami mengunjungi Joger. Tiba di Joger pukul 09.30 WITA. Begitu pintu masuk terbuka, kami berebut masuk. Namun di tempat pemeriksaan, tas-tas kami harus diperiksa satu persatu oleh petugas dengan menggunakan dektator. Di Joger ada banyak barang seperti baju, kemeja, celana, sandal, sepatu, kaos, tas, aksesories dengan berbagai tulisan yang bermacam-macam makna. Setelah puas berbelanja, kami langsung menuju ke Bedugul. Sebelumnya, kita semua mampir dulu di rumah makan Taman Sari Baturiti. Setelah selesai makan, kita melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah. Akhirnya beberapa saat kemudian, kami tiba di Bedugul. Pemandangan di Bedugul sangat indah, begitu pula dengan udaranya yang sangat sejuk dan dingin. Setelah semua puas bermain di Bedugul, kami serombongan pergi meninggalkan Bedugul menuju pelabuhan Gilimanuk. Perjalanannya sangat menakutkan karena jalannya sangat berliku. Kita semua disuruh panitia untuk tidak bermain handphone dulu dan kita semua harus senantiasa berdoa. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk pukul 13.30 WITA. Di pelabuhan ini terdapat banyak pengamen. Saat berada di kapal, kami bisa melihat pemandangan indah. Kami tiba di Ketapang pukul 18.00 WIB dan melanjutkan perjalanan ke rumah makan Sari Roso untuk makan malam dan solat magrib. Setelah selesai, kami serombongan melanjutkan perjalanan menuju Sragen.
Kami tiba di Masjid Desa Nganjuk pada pukul 04.45 WIB untuk melaksanakan ibadah solat subuh. Setelah semuanya selesai solat kami langsung masuk ke dalam bis dan melanjutkan perjalanan. Kami tiba di depan gerbang SMP Negeri 4 Sragen pukul 08.00 WIB. Semua orang tua sudah menanti, termasuk orang tuaku. Meskipun perjalanan begitu jauh dan melelahkan, tapi sangat menyenangkan. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari Bali. Seperti bahasanya, adat istiadatnya, dan banyak lagi. Disana kita dapat belajar toleransi karena Bali mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan kami.

TENTANG NASA SUPER TRACE MINERAL

  NASA Super Trace Mineral NASA Super Trace Mineral adalah suplemen mineral terlengkap yang mengandung 76 unsur mineral makro & mikro ...